Minggu, 31 Juli 2011

porifera

Porifera

Porifera berasal dari bahasa latin poros = lubang kecil, dan fere = mempunyai. Jadi porifera adalah hewan berpori. Porifera juga disebut hewan spons atau binatang berpori pori.
A.     Ciri – ciri porifera secara umum:
v  Tubuhnya berpori – pori.
v  Struktur tubuhnya terdiri dari dua lapisan sel, yaitu lapisan luar (epidermis) yang terdiri dari sel – sel epidermis berbentuk pipih atau pinakosit. Lapisan dalam (endodermis) terdiri atas sel yang berflagela yang berfungsi untuk mencerna makanan dan bercorong yang disebut sel leher atau koanosit.
v  Bentuk tubuhnya seperti tabung atau vas bunga.
v  Hanpir semua porifera hidup di laut.
v  Tubuhnya melekat pada suatu tempat dan tidak dapat berpindah – pindah.
v  Bentuk tubuhnya seperti tabung, mempunyai rongga yang disebut spongocoel.
v  Belum mempunyai alat pencernaan khusus. System pencernaan makanan pada porifera bersifat intraselluler yang dicerna oleh sel koanosit.
v  Kerangka tubuhnya terdapat di dalam yang menyerupai duri yang disebut spikula.
v  Mempunyai bentuk tubuh simetris radial artinya bentuk tubuh yang jika di belah melalui pusatnya dari arah manapun tubuh akan menjadi dua bagianyang sama ukuran dan bentuknya.
v  Porifera menyerupai tumbuhan, bewarna merah, violet, kuning, ungu, abu – abu, biru, dan hitam.
B.     System syaraf
Pada umumnya porifera belum memiliki system syaraf.
C.     System pencernaan
Makanan porifera berupa zat organic yang termasuk heterotrof. Heterotrof aadalah organism yang tidak bias membuat makanan sendiri melainkan yang di makan bentuknya sudah zat organic. Zat organic adalah zat yang di hasilkan dari hasil fotosintesis. Hasil fotosintesisnya berupa oksigen. Makanan porifera berupa organism kecil lainya (plankton). Makanan porifera tersebut dicerna secara intraseluller oleh sel –sel koanosit. Koanosit yaitu sel –sel yang berbentuk corong, makanan dicerna oleh vakuola makanan kemudian diteruskan oleh sel amoebosit dan di edarkan keseluruh tubuh. Sedangkan sisa makanan kemudian dikeluarkan melalui oskulum. Oskulum yaitu lubang pengeluaran yang besar, biasanya satu tubuh memiliki satu oskulum.

D.     Habitat dan jenis makanan porifera
         Hewan porifera umumnya ditemukan dilaut. Hewan porifera terdiri atas 5000 spesies hidup di laut, batu –batuan, cangkang, dank oral, 150 spesiea hidup di air tawar, serta beberapa hidup di pasir dan asar lumpur. Hampir semua porifera menyukai air dangkal.
Jenis makanan berupa zat-zat organic dan organisme kecil seperti plankton yang diserap melalui lubang pori-pori .
E.      Stuktur tubuh porifera

keterangan
oskulum    : tempat keluarnya air yang berasal dari spongosol
mesoglea   : lapisan pembatas antara lapisan dalam dan lapisan luar
porosit    : saluran penghubung antara pori-pori dan spongosol. tempat masuknya air.
spongosol  : rongga di bagian dalam tubuh porifera
ameboid    : sel yang berfungsi mengedarkan makanan.
epidermis  : lapisan terluar
spikula    : pembentuk/penyusun tubuh
flagel     : alat gerak koanosit
koanosit   : sel pelapis spongosol seta berfungsi sebagai pencerna makanan.
di bagian ujungnya terdapat flagel dan di pangkalnya terdapat vakuola.

Tubuh porifera terdiri atas dua lapisan sel diploblastik, yaitu lapisan luar (epidermis) dan lapisan dalam (endodermis).
Lapisan luar di susun oleh sel –sel pipih epithelium yang disebut pinakosit. Di epidermis terdapat pori –pori yang disebut ostia (ostium), ostium yaitu pori-pori pada tubuh porifera yang berfungsi sebagai jalan masuknya air. Pori-pori ini terbuka ke rongga interior yang di spongocoel (atrium). Ujung dari spongocoel berupa bukan besar di ujung atas tabung yang disebut oskulum.
Endodermis disusun oleh sel – sel berflagel yang disebut koanosit, berfungsi untuk mencerna makanan. Diantara epidermis dan koanosit terdapat lapisan tengah berupa bahan kental yang disebut mesoglea atau mesenkim. Di dalam mesoglea terdapat beberapa jenis sel, yaitu sel amoebosit, sel skleroblas, sel arkheosit.
Sel amoebosit berfungsi untuk mengambil makanan yang telah di cerna di dalam koanosit.
Sel skleroblas berfungsi sebagai sel reproduktif, misalnya pembentuk tunas, pembentuk gamet, pembentuk bagian – bagian yang rusak dan regenerasi.

Ø  Struktur dinding tubuh
Dinding tubuh yang membatasi rongga spons terdiri atas tiga lapis.
a.       Epidermis, merupakan lapisan terluar, tersusun dari sel –sel epitel. Beberapa sel epitel ini membentuk lubang kecil (ostium) dan sel tersebut disebut porosity. Porosity ini berfungsi untuk mengontrol pembukaan dan penutupan ostium.
b.      Endodermis, yang membatasi rongga dalam disebut koanosit atau sel leher. Sel leher ini terdiri atas badan yang berbentuk bulat dan bagian leher. Di tengah –tengahnya terdapat flagellum. Flagellum ini dapat di gerak –gerakan, dan gerakan ini dapat menimbulkan terjadinya aliran air.  

Arah aliran air pada porifera adalah air dari ostium melalui saluran menuju ke spongocoel, dan selanjutnya keluar melalui oskulum.
E.      System saluran air
            Berdasarkan bentuknya, saluran air di bedakan menjadi tiga macam,sebagai berikut :

a.       Type ascon, yaitu tipe saluran yang lubang ostianya dihubungkan dengan saluran langsung ke spongocoel. Tipe ini misalnya dijumpai pada leucosolenia sp.
b.      Tipe sycon, yaitu tipe saluran air yang lubang ostianya dihubungkan dengan saluran-saluran yang bercabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongocoel. Rongga-rongga inilah yang dilapisi dengan koanosit. Tipe saluran ini ditemukan pada scypha .
c.       Tipe leucon, yaitu tipe saluran air yang lubang ostiumnya dihubungkan dengan spongocoel. Tipe ini misalnya ditemukan pada spongila sp.

F.      System peredaran darah
Pada umumnya hewan berpori ini tidak memiliki system peredaran darah.
G.     System reproduksi
System reproduksi porifera ada dua, yaitu ;
a)      Secara aseksual (vegetative), berlangsung dengan dua cara berikut.
Ø  Pembentukan tunas.
Setelah terbentuk tunas, kemudan tunas memisahkan diri dari induknya dan hidup sebagai individu baru.
Ø  Gemmulae(butir benih).
·         Gemmulae tersusun atas sejumlah sel mesenkim yang berkelompok dan berbentuk seperti bola yang dilapisi kitin serta diperkuat spikula.
·         Gemmulae dibentuk jika keadaan lingkungan kurang menguntungkan. Jika keadaan lingkungan telah membaik kembali, gemmulae akan tumbuh menjadi porifera baru.
·         Gemmulae hanya terbentuk pada porifera yang hidup di air tawar.
Proses perkembangbiakan vegetative dengan gemmulae sebagai berikut;
 Pertama arkheosit mengumpulkan nutrient dengan memfagosit sel lain untuk dikumpulkan dalam rongga tubuh. Sel tertentu kemudian mengelilingi skret kumpulan tersebut dan meng-cover nya. Jadi gemmulae terdiri atas kumpulan atau cluster dan kapsul yang mengelilinginya. Pada kondisi yang tepat, sel meninggalkan gemmulae (menetas) , keluar melalui lubang dan berdiferensasi membentuk spons baru.  
       b). Secara seksual (generative), berlangsung secara anisogami, yaitu dengan peleburan gamet jantan (mikro gamet) dengan gamet betina (makro gamet) kemudian menghasilkan zigot dan zigot berkembang menjadi larva bersilia. Porifera ada yang berkelamin satu dan ada pula yang bersifat hermafrodit.
§  Daur hidup porifera:
Arkeosit membentuk sperma dan ovum - berenang di air - mencapai ovum yang terletak di mesoglea - zigot - larva bersilia menempel - larva bersilia membalik lapisan tubuhnya - sel-sel berflagel berada di bagian dalam dan berubah menjadi sel koanosit - tunas (kuncup) di bagian kaki membesar tinggal bersama induknya membentuk koloni
H.     Sistem pernafasan porifera
Pernafasan pada porifera dilakukan oleh sel-sel koanosit pada seluruh permukaan tubuhnya. O2 diserap secara absorbsi langsung dari air dan co2 dikeluarkan melalui sel-sel koanosit pada seluruh permukaan tubuhnya.
I.        Klasifikasi porifera
Berdasarkan spikula yang dimilikinya, filum porifera dibagi menjadi tiga;

a.       Kelas calcarea
Merupakan kelas Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari spikula yang spongin (dari senyawa protein) tersusun atas zat kapur, contohnya adalah Grantia dan Scypa.
Calcarea (Calcisspongiae)
Calcarea (dalam latin, calcare = kapur) atau Calcispongiae (dalam latin, calci = kapur, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat.
Ø  Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga, dompet, kendi, atau silinder.
Ø  Tinggi tubuh kurang dari 10 cm.Struktur tubuh ada yang memiliki saluran air askonoid, sikonoid, atau leukonoid.
Ø  Calcarea hidup di laut dangkal, contohnya sycon, Clathrina, dan Leucettusa lancifer.

b.      Kelas hexactinelida
Hexactinellida (Hyalospongiae)
Hexactinellida (dalam bahasa yunani, hexa = enam) atau Hyalospongiae (dalam bahasa yunani, hyalo = kaca/transparan, spongia = spons) memiliki spikula yang tersusun dari silika.
v  Ciri – ciri:
Ø  Ujung spikula berjumlah enam seperti bintang.
Ø  Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau mangkuk.
Ø  Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid.
Ø  Hewan ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m.
Ø  Contoh Hexactinellida adalah Euplectella.
v  Anggota Kelompok
Anggota kelompok Hexactinellida adalah Euplectella aspergilium dan Hyalonema. Euplectella aspergilium memiliki badan yang panjang, silendrik dan melengkung berdiri tegak dengan topangan spikula. Di alam ia tertambat pada lumpur dasar laut dengan segumpal benang-benang silikon di ujung belakang. Dinding belakangnya seperti pada semua Hexactinellida, berisi ruang-ruang berflagella berbentuk sarung jari (Thimble). Rongga kloaka yang besar sering menjadi tempat tinggal sepasang jenis hewan Vertebrata dari kelas Crustacea, Spongicola venusta.
v  Euplectella aspergilium Hyalonema
 Klasifikasi
Kelas hexactinellida terbagi menjadi dua ordo, yaitu:
1. Ordo hexastotophora
Spikulanya kebanyakan berbentuk seperti bintang (astrose), contoh: Euplectella.
2. Ordo amphidiscophora.
Spikulanya bukan berbentuk bintang melainkan berbentuk amfidiskus, contoh: Hyalonema

v  Reproduksi
Reproduksi dari jenis kelas ini belum diketahui secara pasti, oleh karena itu kita hanya dapat menjelaskan reproduksi pada Porifera secara umumnya. Perkembangbiakan dilakukan baik secara aseksual maupun seksual. Secara aseksual dengan menghasilkan tunas yang disebut gamulle (gammules). Tunas tersebut itu dapat lepas dan membentuk hewan terpisah atau tetap menempel.
Perkembangbiakan seksual, ovum yang telah dibuahi oleh spermatozoid masih tetap tinggal di dalam tubuh induknya. Setelah terjadi pembuahan, maka zygot akan membelah diri berulang kali membentuk larva berambut getar yang disebut amphiblastula dan kemudian akan keluar dari tubuh induknya melalui osculum. Amphiblastula mencari lingkungan yang dapat menjamin kebutuhan hidupnya. Bila sudah ditemukan tempat yang sesuai, maka ia akan melekatkan diri pada suatu objek dan tumbuh menjadi porifera baru.
v   Habitat
Hewan ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 - 1.000 m. Euplectella aspergilium banyak ditemukan di dekat pulau Filipina
v  Ancaman Lingkungan dan Statusnya
Sisa-sisa dari fosil dari kelas Hexactinellida banyak di temukan, yang menunjukkan bahwa mereka selalu berada dalam jumlah besar .



c.       Kelas dimospongiae
Demospongiae ( dalam bahasa yunani, demo = tebal, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin.

Ciri – ciri:
Ø  Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang terdapat pada amoebosit. Fungsi warna diduga untuk melindungi tubuhnya dari sinar matahari.
Ø  Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang. Tinggi dan diameternya ada yang mencapai lebih dari 1 meter.
Ø  Seluruh Demospongiae memiliki saluran air tipe Leukonoid.
Ø   Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal, meskipun ada yang di air tawar. Demospongiae adalah satu-satunya kelompok porifera yang anggotanya ada yang hidup di air tawar.
Ø  Demospongiae merupakan kelas terbesar yang mencakup 90% dari seluruh jenis porifera.
Contoh Demospongiae adalah spongia, hippospongia dan Niphates digitalis.

·        Sistematika
 Sistematika Demosponge adalah area penelitian aktif, dan banyak yang masih harus dipelajari. Namun, beberapa belum sempurna menguraikan dapat dibuat. Clade basal dari Demospongia adalah Homoscleromorpha, ditandai dengan memiliki sebuah larva lebih mengingatkan bahwa dari calcarea dari pada sisa Demospongia. Demospongea selain Homoscleromorpha dibagi menjadi dua kelompok utama, Tetractinomorpha dan Ceractinomorpha. Kedua karakter berbagi kelompok yang  membentuk group. Saat ini, kedua kelompok masing-masing dicirikan oleh jenis khas dari microscleres, meskipun diragukan beberapa masih tetap seperti apakah jenis microsclere khas berevolusi hanya sekali dalam setiap kelompok. Fosil dari masing-masing kelompok dikenal dari Kambrium menunjukkan adanya pengelompokan taksonomi di mana banyak jatuh demosponges fosil, yang paling pasti polifelatik dengan anggota baik di Tetractinomorpha dan Ceractinomorpha.
·        Ekonomi Pentingnya
 Para kelompok yang paling ekonomis penting dari demospongians untuk manusia adalah . Mereka dijernihkan dan dipasarkan, sedangkan spongin memberikan spons kelembutan dan serap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar